Tanggal 3 September saya bersama keluarga (istri dan putra) , orang tua (Papa,mama, dan 2 Adik) dan teman Adikku pergi ke Perth, Australia untuk menghadiri acara wisuda adikku. Berangkat dari Bandara Soekarna Hatta Jakarta dengan pesawat Jet Star jam 10 malam di Bandara Perth Internasional. Saya tidak peduli pada berita dari media massa dan internet tentang seluruh Australia banyak virus flu babi. Berita terlalu berlebihan dan masalah selalu dibesar-besarkan yang membuat orang-orang takut ke Australia.
Sesampai Bandara tersebut, saya terpaksa pakai kaos tangan karena udara sangat dingin. Bandara sangat sepi karena sudah larut malam dan karyawan sangat sedikit tapi ratusan kamera selalu mengintai di mana-mana. Orang bule berbadan gede dan tinggi lebih dari pada saya. Saya mengawasi Luthfi yang senang lari sana sini dan tidak mau diam dia sangat senang mendorong troli. Luthfi tidak mau pakai kaos tangan padahal tangan luthfi dingin. Kemudian saya bersama keluarga dan ortu mengambil 8 koper dan 5 tas lalu antri untuk pemeriksaan barang di dalam koper maupun tas. Adikku sudah kasih tahu pada petugas pemeriksaan barang bahwa kita bawa makanan dan pakaian dengan bahasa Inggris yang lancar. Tetapi koper dan tas kita tetap diperiksa dengan sangat teliti dan ketat. Eh makanan seperti mi instan atau pop mie diambil petugas kemudian buang ke tempat sampah. Kenapa begini?pikirku. Saya melihat lemari contoh barang-barang sitaan seperti suvenir terbuat kayu/bambu, botol Bir, kaleng, Alkohol, gunting, potong kuku, kaleng minuman sampai makanan instan.
Setelah melewati pemeriksaan ketat, Saya bertemu orang tidak dikenal memegang poster bertuliskan bahasa Inggris masih susah dipahami tapi tulisan tebal dan besar menarik perhatian adalah Dewi Kamaratih, oh itu nama adikku. Lalu Ratih berbincang-bincang dengan orang tidak dikenal itu. Ternyata kita dijemput supir bus mini berwajah mirip asia keturunan cina kira-kira berumur 45 tahun,rambut udah beruban, badannya pendek dan gemuk dilindungi jaket sederhana.
Setelah keluar dari Bandara, udara lebih dingin daripada kulkas menyerang kulit dan tulang saya. Saya merasa kaos tangan, 2 kaos dan 1 jaket tidak cukup untuk menghangatkan badan..tapi butuh 3 kaos ditambah 2 jaket serta 2 kaos tangan! Saya ingin tahu bagaimana reaksi dan ekspresi Luthfi jika menghadapi cuaca sangat dingin? Hebat!luthfi masih kuat dan tidak rewel meski tidak mau pakai kaos tangan. Saya dan keluarga salut dan tertawa karena suara Luthfi lucu jika bilang bahwa dingin..dingin… Saya pingin dengar suaranya yang lucu, tapi sayang…
Setelah Barang dan koper masuk ke bagasi eksternal beroda di belakang bus mini, mulai berjalan menuju ke apartemen yg kami sewa untuk ditempati selama beberapa hari kami disana. Dalam perjalanan kita semua diperingatkan untuk pakai sabuk pengaman dengan tertib. Jalanan sudah sangat sepi, krn sudah lebih dari jam 1 dini hari. Kami bertanya kepada pak sopir, dimanakah kami bisa membeli makanan? dan pak sopir, menjawab di Mc Donald saja, tapi kami harus menggunakan jasa Drive thru aja, karena jam segitu sangat rawan dgn gangguan orang-orang Aborigin yang suka membuat keributan. Supir mempersilahkan Ratih untuk memilih menu yg kami mau,melalui daftar menu dipapan menu yg berada persis disamping mini bus. Setelah kami memilih2 menu, Kemudian Supir memesan melalui mikrofon yg tersedia di depan papan menunya. Saya bertanya pada Ratih bahwa mo pesan apa?Saya mo hamburger gede. Ratih jawab bahwa udah pesan 9 Hamburger dan 5 kentang buat pulang. Saya bertanya lagi apakah halal? Ratih jawab bahwa itu ga ada pork. “Makasih” kata saya
Setelah itu kami pulang dari Mc Donalds dan menuju ke apartemen melewati jalan tol tanpa harus bayar tol. Wah jalan tol gratis.. enak dan nyaman,batinku. Tidak sampai 1 jam, kita sudah sampai ke Apartemen yang khas dan terkesan klasik dan berbeda. Saya sulit menggambarkan apa bentuk dan model apartemen kayak tahun 80-an. Kemudian kita masuk sambil bawa koper dan tas ke dalam Apartemen, saya terkesan beberapa ruang dan kamar tidur tidak besar dan sedang tapi sangat nyaman dan enak dipandang. Aparteman ada 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang makan, ruang keluarga, dan dapur. Lela bilang padaku bahwa wah enak sekali. Saya bilang bahwa tapi kamar tidur dingin sekali kayak kulkas, Lela tertawa.
Setelah berkeliling apartemen, saya bersama keluarga makan hamburger dan kentang buat sahur karena besok kita berpuasa Ramadhan. Hamburger rasanya beda dan lebih besar daripada di Indonesia. Luthfi makan kentang dengan lahap. hehehe lucu sekali. Mama mengeluh karena tidak ada sambal saus dan tomat. kalau mau sambal saus makanya harus bayar.
Setelah itu. saya langsung tidur karena capek dan ngantuk tapi tidak nyaman karena tempat tidur dingin sekali terpaksa saya pakai kaos tangan dan kaki sekaligus pakai 2 kaos hangat malah ditambah selimut. Saya sengaja pakai 2 kaos aja daripada 3 kaos biar hemat tapi badanku masih berusaha beradaptasi dengan cuaca tidak bersahabat sampai tidur.
Bersambung………
Salam Duuuaahsyat
Wassalam
Agung
Riki Pribadi
September 17, 2009 at 1:46 am
Wuahh…congrat mas agung. Saya blm pernah kesana, jadi cuma bisa ho-oh ho-oh doank. Once again, congratulation..
uun
September 17, 2009 at 6:20 am
wuiiih… boleh tuh!
ku belum pernah je.. hohohohohoho..
uun
September 30, 2009 at 9:41 am
Wah,wah..wah… bikin ngiri. sungguh beruntungnya mas agung ni. jangankan perth-australi yang harus naek pesawat, surabaya aja baru kemarin ku menginjakkan kaki disana… naek bus ekonomi pula.
Agung
October 2, 2009 at 12:33 am
hehehe…
Agung
October 2, 2009 at 12:39 am
Makasih..oh itu. menurut saya, Anda juga sangat beruntung karena sudah sampai ke Surabaya dengan selamat sedangkan banyak bus sering mengalami kecelakaan.